PESTA DEMOKRASI
Pesta demokrasi perlahan berlangsung.
Simpatisan siap tempur ramai mengusung.
Baliho terpajang di kota ataupun kampung.
Calon terpilih berlomba naik ke panggung.
Rakyat Indonesia berharap sabar menanti.
Memilih figur pemimpin sesuai hati nurani.
Bukan retorika belaka tapi realita tepat janji.
Penuh integritas tinggi terhadap negeri.
Gunakanlah hak pilih dengan seksama.
Tanpa paksaan bahkan intervensi mendera.
Bersihkan pikiran dari silaunya harta dunia.
Nasib bangsa ini ada di tangan kita semua.
14 Februari 2024 saatnya menentukan.
Pemimpin bangsa yang jujur berkeadilan.
Jadikan Indonesia sejahtera serta nyaman.
Siap bersaing secara global di masa depan.
DARAH SUCI KUSUMA BANGSA
Kegigihan semangat pantang menyerah.
Rela berkorban dengan peluh dan darah.
Jiwa raga terus maju tiada pernah goyah.
Tak gentar sedikit pun melawan penjajah.
Keluarga tercinta ikhlas engkau tinggalkan.
Harta bendamu senantiasa diberikan.
Setiap detik tak sia-sia engkau jalankan.
Demi lancarnya derap langkah perjuangan.
Bambu runcing yang setia mendampingi.
10 Nopember saksi perjuangan penuh arti.
Lawan penjajah secara patriotisme tinggi.
Terus berharap merdeka atau mati.
Darah suci pahlawan kusuma bangsa.
Mengalir abadi di bumi pertiwi Nusantara.
Telah berhasil mengusir penjajah akhirnya.
Meraih kemerdekaan Indonesia tercinta.
BAHASA PEMERSATU BANGSA
Beribu pulau di bumi Nusantara.
Beragam budaya adat istiadatnya.
Banyak suku hidup dengan damai sentosa.
Bertoleransi rukun pemeluk agamanya.
Indonesiaku dengan Pancasila dasar negeri.
Walau berbeda tetap satu tanpa terkecuali.
Sesuai Sumpah Pemuda yang disepakati.
Bentuk ikrar anak bangsa setulus hati.
Hanya Indonesia tumpah darahku.
Berbangsa satu, Indonesia dalam hidupku.
Menjunjung tinggi bahasa pemersatu.
Bahasa Indonesia, bahasa kebanggaanku.
Dengan berbahasa Indonesia secara benar.
Semua penduduk Indonesia semakin pintar.
Menjadi utuh dan bersatu tak pernah pudar.
Di pergaulan dunia kian istimewa bersinar.
MERAIH KEMERDEKAAN ABADI
Perjuangan pahlawan di bumi Nusantara.
Yang rela berkorban seluruh jiwa dan raga.
Berbuah manis dengan bebas merdeka.
Indonesia mencapai kemerdekaan akhirnya
Tatkala Proklamasi sedang dibacakan.
Sang Saka Merah Putih pun dikibarkan.
Lagu Indonesia Raya segera dilantunkan.
Hati bergetar seraya haru tak terbantahkan.
Pekik merdeka terdengar di segala penjuru.
Tangis bahagia mengiringi detak waktu.
Suasana yang selama ini kita damba selalu.
Berhasil diraih dengan syukur pada-Mu.
Rasa suka cita menyelimuti seantero negeri
Sorak sorai pemuda pemudi tiada berhenti.
Titik kulminasi meraih kemerdekaan abadi.
Dijaga dan jangan pernah dijajah kembali.
IKRAR ANAK BANGSA
Beragam pulau penuh keindahan.
Terbentang luas selat serta lautan.
Itulah Nusantara kerap didambakan.
Menyongsong impian menjadi kenyataan.
Walaupun banyak suku adat istiadat.
Corak budayanya begitu memikat.
Terbingkai dalam sanubari yang taat.
Indonesia tetap utuh dan kuat.
28 Oktober 1928 gebrakan besar tersulam.
Tonggak bangkitnya asa terpendam.
Ikrar anak bangsa dari pagi hingga malam.
Indonesia harus terbebas masa kelam.
Sebuah ikrar anak bangsa takkan terlupa.
Sepakat bersama dalam Sumpah Pemuda.
Satu jiwa terpatri ingin lepas merdeka.
Selaras Sumpah Palapa Patih Gajah Mada.
Kobarkan semangat juangmu!
Pererat persatuan tak pernah jemu.
Majulah pemuda pemudi seraya berseru!
Merdeka! Merdeka! tanpa rasa ragu.
Tumpah darahku suci di sini.
Hidup mati pasti mengiringi.
Junjung tinggi bahasa negeri.
Satu bangsa, Indonesia selamanya abadi.
DIRGAHAYU INDONESIA
Darah suci para pejuang.
Butiran keringat yang terbuang.
Harta benda musnah menghilang.
Engkau rela syahid di medan juang.
Rakyat bersatu tiada henti.
Melawan penjajah setiap hari.
Pantang mundur membela negeri.
Berharap merdeka atau mati.
Tatkala proklamasi dikumandangkan.
Rasa haru syukur tak terbantahkan.
Diselimuti rasa persatuan dan kesatuan.
Indonesiaku mencapai kemerdekaan.
Dirgahayu Indonesia.
Tujuh puluh delapan tahun penuh asa.
Tugas kami sebagai generasi bangsa.
Mengisi kemerdekaan demi tegaknya nusa
Indonesiaku pulih lebih cepat.
Telah bangkit lebih kuat.
Di tengah badai yang menghantam hebat.
Menyongsong globalisasi dengan giat.
Dirgahayu bangsaku.
Terus melaju membawa nuansa baru.
Takkan luntur tanpa ragu.
Untuk Indonesia maju.
PANCASILA
Nilai luhur perjuangan bangsa.
Tersirat sangat suatu makna.
Terpatri kokoh dalam relung jiwa.
Membingkai asa membentuk nusa.
Kebhinekaan yang berketuhanan.
Peradaban masyarakat penuh keadilan.
Membaur erat dalam rasa persatuan.
Kesejahteraan rakyat mengusir kesenjangan.
Engkau ada hingga hari ini.
1 Juni 1945 Pancasila lahir di negeri kami.
Sebagai dasar negara utuh dan abadi.
Menuju kemerdekaan yang diingini.
Pancasila landasan moral penuh juang.
Kan kuejawantahkan di semua bidang.
Di kancah dunia capai prestasi gemilang.
Demi Indonesiaku kian maju berkembang.
NUSANTARA
Ribuan pulau dan suku jadi satu.
Flora faunanya memanjakan mataku.
Ragam bahasa dari Papua hingga Melayu.
Tetap lestari menghias Nusantaraku.
Gotong royong hidup kekeluargaan.
Bahasa Indonesia selalu diutamakan.
Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan.
Bersatu didalam kedaulatan.
Nusantara di khatulistiwa.
Asaku tak lelah ataupun kecewa.
Derap langkahku takkan berdusta.
Rengkuh globalisasi yang semakin nyata.
Nusantara laksana permata dunia.
Sumber daya alamnya yang serba ada.
Potensi manusianya yang luar biasa.
Diiringi Pancasila sebagai dasar negara.
Pengetahuan teknologi sebagai penentu.
Kuasai bahasa asing setiap waktu.
Iman taqwa sebagai penyelarasku.
Nusantaraku pasti melesat maju.
DIRGAHAYU TANGERANGKU
28 Februari 1993.
Saat kau tampil beda untuk kali pertama.
Akhlakul karimah selalu dijaga.
Membawa harapan dan perubahan nyata.
Dua puluh sembilan tahun usiamu sekarang.
Infrastruktur semakin berkembang.
Dunia digital hadir di semua bidang.
Komputerisasi tersedia pada tiap ruang.
Di kota ini tempatku dilahirkan.
Tumbuh kembang berpendidikan.
Langkah kaki menuju masa depan.
Meraih cita-cita yang diharapkan.
Tangerangku yang bersih.
Pohon gedung berlomba rapih.
Masyarakatnya menolong tanpa pamrih.
Dalam dimensi waktu yang terus beralih.
Kotaku sehat dan berdaya saing selalu.
Banyak destinasi yang dituju.
Taman kota tertata kian maju.
Dirgahayu Tangerangku.
INDONESIAKU
Wahai... pejuang kusuma bangsa.
Engkau korbankan seluruh jiwa dan raga.
Tetesan darahmu laksana kilauan mutiara.
Yang menyinari bumi pertiwi Indonesia.
Semangat juangmu pantang menyerah.
Gerak langkah pastimu tak kenal lelah.
Engkau syahid mengusir penjajah.
Pekik merdeka terdengar di semua wilayah.
Kini... kemerdekaan milik Indonesiaku.
Kan kujaga dengan seluruh tumpah darahku.
Kudarma baktikan semua energi positifku.
Kuejawantahkan Pancasila dalam hidupku.
Kuingin membangun negeri ini.
Dengan iman taqwa kepada Sang Ilahi.
Diiringi ilmu pengetahuan dan teknologi.
Indonesiaku jaya walau di masa pandemi.
Asaku takkan luntur.
Indonesiaku akan makmur.
Menjunjung adab dan budi pekerti luhur.
Kekeluargaan gotong royong jadi tolak ukur.
Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan.
UUD dan Pancasila sebagai pedoman.
Tingkatkan persatuan dan kesatuan.
Demi cerahnya Indonesiaku di masa depan.
KARTINI MILENIAL
Habis gelap terbitlah terang.
Semboyan diri yang takkan hilang.
Terus berkarya jangan bimbang.
Tuk raih impian di masa mendatang.
Cita-cita luhur Raden Ajeng Kartini.
Kian terpatri dalam sanubari.
Menuntun langkah berpartisipasi.
Dalam percaturan era globalisasi.
Emansipasi Kartini milenial.
Tingkatkan pengetahuan secara maksimal.
Bersaing sehat dalam dunia digital.
Selalu optimis tak kehabisan akal.
Semangat kian menggelora.
Kuasai teknologi yang serba ada.
Menjadi generasi hebat penerus bangsa.
Mengharumkan Indonesia di mata dunia.
.
BANGKITLAH PEMUDA
Roda zaman kian melaju.
Peluh semangatmu semakin berpacu.
Berpadu dengan ombak di lautan biru.
Melesat bersama pesawat yang menderu.
Pemuda generasi bangsa.
Kaulah pewaris tahta sang raja.
Penerus asa pahlawan nusa.
Bangkitlah...bangkitlah! wahai pemuda.
Cipta karyamu dapat menentukan.
Dedikasimu mendobrak peradaban.
Loyalmu kian dibutuhkan.
Untuk nasib bangsa di masa depan.
Bangkitlah pemuda masa kini.
Rasa persatuanmu memperkokoh bangsa ini.
Nilai Pancasila tertanam dalam sanubari.
Menjadikan Indonesia semakin disegani.
MERAH PUTIH
Darah pahlawan yang membasahi bumi.
Keringat melekat terasa harum mewangi.
Harta benda musnah menjadi saksi.
Jiwa raga dikorbankan demi ibu pertiwi.
Berani mati menerjang semua penjajah.
Suci niat hatinya tak pernah salah.
Semangat juang pantang menyerah.
Terus melaju kendati terluka parah.
Cita-citanya semakin membara.
Tekad kuat terpatri di dalam jiwa.
Bersatu padu untuk bangsa tercinta.
Kibarkan Sang Merah Putih seutuhnya.
Indonesia merdeka menjadi kenyataan.
Bebas lepas dari semua bentuk penjajahan.
Terlahir dari bulatnya rasa persatuan.
Harga mati yang harus dipertahankan.
^ Semua Karya : Hanifah Mahira ^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar