/> HANI'S WORLD : Berkemah

Berkemah


Ini adalah pengalaman saya sewaktu SD tepatnya 3 tahun yang lalu ketika saya duduk di kelas 6. Pada hari Sabtu, 15 Mei 2018-Minggu, 16 Mei 2018. MIN 1 KOTA TANGERANG mengadakan acara perkemahan akhir tahun 2017/2018 di Cipete. 


Cerita dimulai ketika siang hari, dimana sebagian teman saya yang menjadi panitia kemah besar tersebut serta kakak Pembina menyiapkan barang di halaman sekolah untuk menunggu truk berangkat. Setelah selesai dan beristirahat kurang lebih selama satu jam, truk pun datang dan kami pun segera menaikkan barang-barang keperluan kemah ke atas truk. 


Truk kemudian berangkat dari sekolah, saya mulai membaca beberapa doa ketika truk tersebut melaju meninggalkan gerbang sekolah. Perjalanan dihiasi dengan pemandangan pepohonan, hutan, sawah, serta aktivitas keseharian warga desa. Singkat cerita, kami pun tiba di bumi perkemahan sambil mengucap Alhamdulillah dan mulai membantu teman-teman saya untuk menurunkan semua peralatan kemah dari truk. 


Disana, terlihat teman-teman saya yang rumahnya tak jauh dari tempat perkemahan dan kakak pembina lainnya yang sudah mempersiapkan beberapa tenda, lalu saya dan teman-teman bergotong royong mendirikan tenda agar tenda cepat selesai. Setelah tenda didirikan, kami membuat gapura, membuat rak sepatu, membuat pagar dan langsung menata perlengkapan yang sudah kami bawa. Setelah semuanya selesai, kami langsung beristirahat memakan bekal siang, setiap orang mendapatkan sekotak nasi beserta lauknya yang dinikmati secara bersama-sama. Pada saat beristirahat, tak disangka hujan turun sangat deras mengguyur tenda perkemahan kami untung saja sudah sempat makan siang. 


"Wah! hujannya sangat deras, apakah tenda ini sanggup menampung hujan yang mengguyuri semua tempat?" kataku. 


"Tentu saja aku yakin, karena tenda ini terbuat dari bahan yang cukup tebal. Tidak mungkin air hujan bisa menembus tenda ini." timpal temanku dengan yakin. 


Tak lama kemudian, akhirnya tenda kami pun mulai basah akibat rembesan air hujan yang sangat deras, sudah ku bilang ini akan bocor. Mengingat semua perlengkapan ada di dalam tenda, akhirnya pihak sekolah memutuskan seluruh siswa mengungsi di aula, apalagi kondisi tempat yang sudah tidak memungkinkan untuk ditempati karena ada beberapa tenda yang roboh karena tertiup angin, dan kondisi tanah yang sangat becek. Sesampainya di aula, kami langsung bergegas ke kamar mandi untuk mengganti pakaian kami yang basah kuyup. Setelah setiap regu berkumpul sesuai kelas masing-masing, kami semua segera melaksanakan sholat zuhur. 


Saat yang ditunggu pun tiba, setelah hujan mulai reda, suara peluit berbunyi, aku pun segera memakai dasi dan perlengkapan pramuka yang lain karena akan diadakan upacara pembukaan, guna mendapatkan informasi dan pengarahan selama berlangsungnya kegiatan kemah. Setelah itu, kami mengikuti permainan antar regu untuk melatih kekompakan dan kebersamaan setiap regu. 



Malam pun tiba, kami semua melaksanakan sholat isya dan segera makan malam, setiap orang mendapatkan sekotak nasi beserta lauknya yang dinikmati secara bersama-sama. Setelah selesai makan malam, kami langsung bergegas pergi ke halaman untuk menikmati api unggun dan menyaksikan penampilan dari masing-masing regu, berupa nyanyian dan puisi. Setelah acara api unggun selesai, pihak sekolah mengumumkan bahwa siswa putri malam itu tidur di ruang pertemuan, sedangkan yang laki-laki tetap di aula. Akhirnya kami pun mengungsi lagi, karena mengingat peserta kemah yang sangat banyak, apalagi harus tidur dalam satu ruangan yang terbilang tidak terlalu besar untuk orang sebanyak itu. Dalam hati, kami pun berbisik, 


"Keren! Kita mengisi ruangan yang ber-AC" kata temanku. 


"Beruntung ya kita! Hihihi sudah dingin tambah dingin saja nih" tambah temanku yang lain. 


Kami sangat senang karena kondisi ruangan yang ber-AC, dan itu mungkin tidak adil bagi pihak laki-laki karena harus tidur dalam kondisi seadanya tanpa AC. 


 Esok paginya sekitar pukul 5 pagi, seluruh siswa harus sudah bangun dan bersiap-siap, karena akan diselenggarakan senam pagi. Setelah selesai, kami pun dibagikan sarapan dan kami nikmati secara bersama-sama. Tak lupa kami membereskan tenda yang sudah roboh dan menyimpannya kembali. 


Sekitar pukul 8 pagi, kami bersiap untuk memenuhi tugas yaitu jelajah medan di Museum Dirgantara sampai pukul 1 siang. Setelah jelajah medan selesai, diadakan kegiatan lainnya yaitu halang rintang. Kami sangat senang karena kami semua bisa memainkan permainan itu dengan tuntas. 


Pada pukul 3 sore kami pun membereskan barang-barang dan segera bersiap untuk mengikuti upacara penutupan.  


Jadi, dari sinilah saya dapat mengambil kesimpulan yaitu tentang bagaimana saya dapat hidup lebih mandiri dan hidup tanpa campur tangan orang tua serta dapat membina kerjasama dan persaudaraan antar sesama. Selain itu, saya belajar untuk menjadi orang yang lebih bertanggung jawab, dan dapat mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan hidup kedepannya. Ini akan menjadi pengalaman yang tidak akan saya lupakan sampai kapanpun.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar