/> HANI'S WORLD : Religi

Religi



ZAKAT


Bulatkan niat di setiap langkah. 
Sucikan diri tuk berubah. 
Di Ramadhan bulan penuh berkah.
Sempurnakan puasa dengan zakat fitrah.

Zakat pemersatu umat. 
Menuntun pribadi semakin taat. 
Meluruskan jiwa dari maksiat. 
Tuk bekal kelak di akhirat. 

Tak elok menumpuk harta. 
Banyak fakir miskin yang sengsara. 
Yatim piatu kian merana. 
Sebagian hartamu merupakan hak mereka. 

Zakat yang engkau keluarkan. 
Memupuk rasa persaudaraan. 
Menghilangkan semua kesenjangan. 
Meningkatkan taqwa bagi insan beriman. 


TAMU AGUNG


Menetes air mata merindukanmu.
Berdebar hati menantikanmu.
Hasrat menggebu menunggumu. 
Duhai.... Ramadhan tamu agungku.

Berkumpul dengan keluarga ketika sahur.
Menanti berbuka sabar membaur. 
Tarawih tadarus pantang mundur. 
Baca Al-Qur'an tak pernah kendur.

Banyak pahala Allah berikan.
Tuk semua orang yang beriman. 
Yang mengerjakan puasa di bulan Ramadhan.
Meraih surga sebagai ganjaran.

Ramadhan bulan mulia.
Nuzulul Qur'an di dalamnya.
Lailatul Qadar malam teristimewa.
Engkaulah tamu agung yang sangat didamba.


KEMBALI FITRI

Sedih rasa ditinggalkan. 
Telah pergi bulan Ramadhan. 
Khusyu' puasa selama sebulan. 
Tunaikan zakat tak ketinggalan.

Gema takbir berkumandang. 
Kembali fitri akan kujelang. 
Laksana bayi terlahir sekarang. 
Hari kemenangan telah datang. 

Menetes air mata tak terasa. 
Peluk simpuh dengan ayah bunda. 
Keluarga kerabat saling bermaafan juga. 
Tetangga berjabat tangan semua. 

Betapa terharu di hari ini. 
Berharap dosa diampuni. 
Mengucap syukur kembali fitri. 
Di hadapan-Mu Sang Ilahi Rabbi. 


SYA'BAN PENUH HARAPAN


Sujud hamba di sepertiga malam.
Detik waktu tak tinggal diam. 
Teringat akan kisah yang kelam. 
Dosa masa lalu setahun silam.

Sesal hati tak bertepian. 
Remuk redam berantakan. 
Isak tangis penyesalan. 
Dalam bulan Sya'ban penuh harapan. 

Iman di dada kembali terasah. 
Murnikan jiwa dengan berpasrah.
Sya'ban mulia bulan Rasulullah. 
Dzikir shalawat tak pernah lelah. 

Bersimbah air mata dalam untaian doa. 
Untuk keluarga dan orang tua. 
Berharap dapat kumpul bersama. 
Pada Bulan Suci yang segera tiba. 

Bulan Sya'ban penuh arti. 
Kiriman doa banyak dinanti. 
Setiap saat hari demi hari. 
Ahli kubur menunggu sabar berharap pasti. 


MALAM ISTIMEWA


Tanah jahiliyah kian gersang. 
Tandus kurus tak bertulang. 
Kabut hitam menyeruak datang. 
Menghalau keji sinar yang terang. 

Aroma khamar terus menyengat. 
Perjudian tak pernah tamat. 
Bercumbu rayu dengan maksiat. 
Berteman iblis yang terlaknat. 

Awan putih selalu menunggu. 
Datangnya insan sang penghulu. 
Manusia suci yang patut ditiru. 
Membawa kebenaran setiap waktu. 

Duhai Rasulullah..... 
Engkaulah Nabi utusan Allah. 
Memegang kitab suci sebagai risalah. 
Meluruskan akhlak manusia yang salah. 

Tatkala suatu ketika..... 
Engkau emban tugas di malam istimewa. 
Berjalan dari Masjidil Haram yang mulia. 
Menuju Masjidil Aqsa di Palestina. 

Dengan buraq engkau melesat tinggi. 
Mencapai puncak langit surgawi. 
Tuk membawa misi Sang Ilahi Rabbi. 
Shalat lima waktu yang wajib diimani. 


LAHIRNYA NABI PILIHAN


Tanah jazirah yang jahiliyah.
Maksiat marak merambah.
Akal manusia buta tak terarah.
Kehidupan laksana hamparan sampah.

Yang kuat kerap menindas.
Memaksakan kehendak secara beringas.
Melibas siapa yang melintas.
Setiap lawan siap ditebas.

Norma hukum dikebiri.
Congkak pongah Si Kaya menusuk hati.
Kaum papah semakin dizalimi.
Bayi perempuan dikubur hingga mati.

Tatkala kebiadaban merajalela.
Sinar terang muncul menyinari gulita.
Heran terperangah banyak pasang mata.
Bertanya apakah gerangan seraya menduga.

Senin 12 Rabiul Awal pada hari itu.
Lahirnya Nabi pilihan sebagai penghulu.
Dari rahim Siti Aminah Sang Ibu.
Seluruh alam bertasbih menyambutmu.

Engkaulah Nabi Muhammad SAW.
Rasul penyejuk semesta alam.
Memperbaiki akhlak manusia yang kelam.
Pemberi syafaat kelak pada anak cucu Adam.


NUR KEAGUNGANMU


Gontai langkahku di ruang hampa. 
Menapaki semunya fatamorgana. 
Bercampur peluh yang nestapa. 
Diiringi derasnya air mata. 

Romansa kehidupan di dunia ini. 
Banyak manusia yang lupa diri. 
Berdusta dengan hakikat Sang Ilahi. 
Terpedaya hawa nafsu yang merasuki hati. 

Noda dan dosa menjadi santapan. 
Maksiat tak tabu dipertontonkan. 
Terbujuk rayuan setan. 
Seakan mati tak dihiraukan. 

Ku bersimpuh dan tersadar. 
Bukankah mereka tau mana yang benar. 
Nur keagunganMu selalu bersinar. 
Menuntun insan yang jatuh terkapar. 

Yaa Rabbi maafkanlah kesalahanku. 
Ampunilah dosa mereka di masa lalu. 
Terimalah tobat kami setiap waktu. 
Nur keagunganMu sejuk di dalam kalbu.


LAILATUL QADAR


Alam hening membisu. 
Hembusan angin sepoi berlalu. 
Binatang malam santun di semua penjuru. 
Bulan bintang redup dan sayu. 

Bergetar sukma tiada terkira. 
Taat hamba kepada Allah Ta'ala. 
Lantunan Ayat Suci yang dibaca. 
Hanyut khusyu' di dalam doa. 

Lailatul Qadar jadi dambaan. 
Lebih baik dari seribu bulan. 
Pahala amal soleh dilipatgandakan. 
Perbanyak ibadah tingkatkan iman. 

Lailatul Qadar kerap dinanti. 
Hadirmu tiada yang tahu pasti. 
Seisi dunia sangat mengagumi. 
Malam Agung penuh berkah Sang Ilahi. 


HIJRAH DIRI


Jendela waktu terbuka lebar.
Laksana roda pedati terus berputar. 
Hasrat hati bangkit semakin sadar. 
Menapaki jejak hidup penuh onar. 

Air mata tak kuasa menetes di pipi. 
Teringat masa lalu seraya merenungi. 
Menghalau kabut hitam yang menyelimuti. 
Seberkas sinar terang menuntun hijrah diri.

Muharram bulan umat Islam pertama. 
Memaknai hijrah Rasulullah tercinta. 
Dari Mekah menuju Madinah kota sejahtera. 
Membina persatuan dengan akhlak mulia.

Hijrah diri sangat dianjurkan. 
Merangkai langkah pasti dalam perubahan. 
Membimbing nurani dekat bersama Tuhan. 
Tingkatkan amal kebaikan serta iman. 



HARUM SURGA PARA SYUHADA

Harum surga para syuhada yang semerbak.
Raga bersimbah darah karena tertembak.
Tetap berjuang walaupun terdesak.
Pantang mundur, terus maju berdiri tegak.

Bergetar hati tanah suci dikotori.
Menangis melihat engkau rela mati.
Telah syahid membela panji Islami.
Mempertahankan iman pada Sang Ilahi.

Harum surga para syuhada di Palestina.
Di tengah gempuran laras senjata.
Zionis membombardir dengan gelap mata.
Memporakporandakan apa yang ada.

Banyak terlihat korban berjatuhan.
Rumah-rumah luluh lantak berantakan.
Gedung bangunan hancur berserakan.
Meninggalkan duka lara berkepanjangan.

Yaa Rabbi…..lindungilah saudaraku…..
Mereka butuh pertolongan setiap waktu.
Doa tak henti menyertai perjuanganmu.
Mari kita bersatu padu bangkit membantu!


HIKMAH QURBAN

Bulatkan tekad tingkatkan iman.
Niat suci pergi haji seraya berqurban.
Padang Arafah berkumpulnya semua insan.
Keluar air mata berharap dosa diampunkan.

Ingin hamba mampu pergi ke sana.
Untuk tunaikan rukun Islam kelima.
Ikuti iman Nabi Ibrahim dan anaknya.
Nabi Ismail anak shaleh sepanjang masa.

Tatkala mereka mendapatkan perintah.
Tugas suci dari Sang Maha Pemurah. 
Selalu taat walau iblis menggoda tuk kalah.
Jadikan cermin hidup penuh hikmah.

Panggung dunia tempat kumpulkan amal.
Raih pahala demi akhirat yang kekal.
Sedekah dengan sesama jangan asal.
Ikhlas diri bergelang ilmu dan akal.

Tergugah hati merangkai sabar.
Terus berdoa tak lupa ikhtiar.
Tetapkan langkah taqwa secara sadar.
Teguhkan ibadah istiqomah takkan gentar.

Itulah hikmah qurban yang hakiki.
Rela berkorban acapkali berbagi.
Saling menghargai jangan pernah mencaci.
Ridho Ilahi akan datang  menghampiri. 


BINGKAI KEHIDUPAN


Tirai waktu terus melaju. 
Menyusuri tanah dunia tanpa malu. 
Sang mentari bertugas tiada ragu. 
Sinari bingkai kehidupan yang semu.

Kerap menggema tangis duka. 
Membalut luka yang nestapa. 
Pilu hati meratap tak terkira. 
Terhimpit beban hidup penuh derita.

Tak sedikit jiwa tertawa senang. 
Raih impian asa terbentang. 
Berpacu cepat bak pesawat terbang. 
Menerobos sekat yang menghalang. 

Terpampanglah bingkai kehidupan. 
Setiap insan memegang peranan. 
Baik buruk dipertanggungjawabkan. 
Di pengadilan akhirat bersama Tuhan. 


∆ Semua Karya : Hanifah Mahira ∆


Tidak ada komentar:

Posting Komentar