/> HANI'S WORLD : Dunia Tak Pernah Sama

Dunia Tak Pernah Sama




Hai! Kenalin, nama aku Natasya, kalian bisa panggil aku Tasya, aku adalah anak ketiga dari lima bersaudara.


Kata orang aku itu introvert, ya but it's okay aku tetap akui hal itu, karena selama 16 tahun hidup aku selalu nutup diri dari sosial. Ya sebenarnya sih, aku bukan tipe introvert yang bener-bener anti sosial, aku tuh gampang banget untuk berteman dengan siapa saja, kalau dia baik ya aku juga baik. Tapi yang orang lain tau, aku itu orang yang pemalas, karena gak mau keluar kamar, selalu di dalam kamar sampai berjam-jam. Tapi di sisi lain, mereka juga gak tau kalau sebenarnya aku anaknya ambisi banget.

Kalau aku mau itu, ya harus itu dan aku harus dapetin apa yang aku mau. Kalau aku mau ranking 1, ya aku harus dapet ranking 1 di sekolah, aku anaknya se-ambisi itu asal kalian tau. Tapi, ambisnya aku juga gak sampai di titik egois banget, karena aku tau kalau dunia itu gak akan pernah sama. Belum tentu hari ini aku dapet semua yang aku inginkan, eh besoknya aku tetap gak bisa mendapatkan hal yang sama juga. Kalau hari ini aku bisa beli semua yang aku mau, belum tentu kalau besok aku juga bisa semuanya lagi, bisa jadi aku kekurangan duit, ada masalah dan lain-lain lah pokoknya.


Mungkin hari kemarin gak sebaik hari ini, tapi aku gak akan tau rasanya sembuh, kalau kemarin gak dikasih sakit. Karena rasa sedih, penyakit, kecewa, memang bisa menjemput semua orang dan itu gak papa. Nafas sebentar, untuk sejenak aku gak perlu pura-pura kuat, untuk sejenak aku perlu sayang diri sendiri. Jadi, kalau aku lagi nangis di kamar sekarang, jangan cepat-cepat berpikir “duh, aku gak boleh nangis lagi. Aku harus kuat, ayo bangun duduk di meja untuk memulai semuanya lagi!” But No! Itu semua percuma, karena tubuhku saja tau kalau aku sedang berbohong. Lebih baik menangis saja dulu, males-malesan dulu gak pengen ngapa-ngapain, karena itu juga bagian dari proses soalnya. Mereka yang terlihat baik-baik saja, bukan berarti aku jadi dilarang untuk merasakan apapun yang mau aku rasakan. Aku berhak istirahat, atau mengakui bahwa “ya memang benar, aku ini cape banget.” Aku lemah, aku kuat, tapi jangan sok kuat. Kasihan, ada banyak banget rasa dalam diri aku yang pengen kukeluarkan, rasa ingin melakukan itu ada.


Prinsip aku adalah “kalau hari ini aku bisa terbang, aku harus terima kalau besok aku akan jatuh.” kenapa prinsip aku seperti itu? Karena, seperti yang aku bilang sebelumnya, kalau dunia gak akan pernah sama. Semua akan berubah dengan sekejap mata, jadi kalau aku jatuh, aku gak akan marah, aku gak akan kesal. Ya karena aku sudah menyematkan prinsip itu ke diriku sendiri.


Jadi, pesan aku untuk kalian adalah bahwa segala sesuatu dalam hidup butuh proses, karena di setiap proses ada pelajaran yang berharga. Kalau dipercepat, Tuhan mau kalian bersyukur. Jika diperlambat, Tuhan mau kalian bersabar. Percayalah, kalau semua hal yang baik butuh proses, gak bisa dicapai secara instan. Jadi, jangan menunggu termotivasi dulu baru bergerak. Tapi sebaliknya, mulailah bergerak terlebih dahulu, maka kalian akan termotivasi. 


~ Selesai ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar