/> HANI'S WORLD : Jenaka

Jenaka




NENEK LINCAH


Suka bergaya remaja labil masa kini.
Wajah keriput kusut tiada peduli.
Dipoles lipstik dan bedak tebal sekali.
Bak kue donat peyot yang nyaris jadi basi.

Kalung panjang kerap dikenakan.
Beragam cincin pun tak mau ketinggalan.
Melingkar di jemari agar kelihatan.
Laksana toko emas sedang berjalan.

Si Neli orang banyak menyebutnya.
Nenek lincah yang selalu mengaca.
Ingin tampil cantik walau tak lagi muda.
Percaya diri kerap senyum menggoda.

Bicaranya nyaring menyaingi klakson bis.
Suka makan terasi dan kerupuk manis.
Bila encok tiba, ia pun jongkok meringis.
Bergulingan ke sana-sini seraya menangis.


GAGAL SENYUM


Betapa antik berpadu unik dirimu. 
Bertingkah asik bahkan menggelitik selalu. 
Hobi buang anginmu berisik tiap waktu.
Tapi tak naik darah bila disentil telingamu.

Kau jadi idola disegala usia. 
Dari balita hingga remaja belia. 
Orang dewasa apalagi manula. 
Terbahak-bahak gembira ria bersama.

Perawakanmu kurus jangkung melengkung. 
Bergigi panjang silau cenderung mancung. 
Membuat kau gagal senyum dan bingung. 
Garuk kepala bak linglung di atas gunung.

Rambutmu juga pendek sedikit pitak. 
Menghiasi wajah klasik bercampur kocak. 
Mulut keluar gerimis yang tak bisa ditebak. 
Menjadikan orang kesal ingin menjitak. 

Walaupun begitu kau tampil percaya diri. 
Menepis perasaan malu dalam sanubari. 
Mengubur jauh hasrat minder serta depresi. 
Melaju terus semangat berekspresi.


SI REMPONG

          
 Rasa manis yang kau suka. 
 Semanis hidupmu yang ceria. 
 Bersenda gurau riang gembira. 
 Si rempong itulah julukannya. 

Gayamu memang tengil. 
Tak bisa diam selalu usil. 
Hobimu suka mengupil. 
Kerap kali menjilati kutil. 

Kau memang rempong. 
Keren namun ompong. 
Laksana knalpot kopong. 
Cemong gosong agak melompong. 

Si rempong yang jangkis. 
Tampil klimis tak pernah menangis. 
Tetapi sekarang kau meringis. 
Lihat celanamu basah karena pipis.


BADUT


Mata hitam bukan kurang tidur. 
Bukan pula  babak belur. 
Tapi dirias tuk menghibur. 
Terbelalak bak burung terkukur. 

Muka putih bukan pucat pasi. 
Bedak sekilo tak lupa ditaburi. 
Bersolek ria setiap hari. 
Tuk membuat tertawa geli. 

Badut yang sabar dan lucu. 
Hidungmu merah besar tampak unyu. 
Bukan tersengat lebah nyasar yang menyaru. 
Namun dicubit bencong di toko kayu. 

Perut buncit pantat bahenol. 
Jalan berlenggok geyal-geyol. 
Bermain sulap sambil minum es cendol. 
Menghibur hati yang sedang dongkol.


BOTAK


Kau begitu estetik dan unik. 
Tampil beda juga eksentrik. 
Membuat orang melongo berbisik. 
Karena pesonamu yang asik. 

Kau simpel tampak rupawan. 
Bebas lepas tanpa hambatan. 
Terlihat lucu jika memainkan peran. 
Sekilas bagaikan lampu di taman. 

Modelmu sangat ekonomis. 
Meskipun pemilikmu berkumis. 
Namun dirimu selalu modis. 
Asalkan jangan memakai gamis. 

Bentukmu yang plontos bulat. 
Mengkilap laksana melon yang dicat.
Kadang seperti tuyul yang sudah tobat. 
Duhai botak.....kau begitu memikat.

 
" Semua Karya : Hanifah Mahira "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar