Jesika dan Jeni adalah kakak beradik yang sedang kuliah di Yogyakarta. Sang kakak, Jesika mengambil mata kuliah Manajemen Bisnis sementara adiknya, Jeni mengambil mata kuliah Hukum Internasional. Mereka kos di tempat yang sama, tidak terlalu jauh dari kampus. Mereka sering berdiskusi tentang banyak hal, termasuk misteri hilangnya beberapa mahasiswa ketika melalui salah satu terowongan di daerah Yogyakarta.
Menurut cerita masyarakat setempat bahwa memang terowongan itu sangat angker. Dikisahkan pada jaman dahulu ketika terowongan itu dibangun, banyak pekerja yang mengalami kecelakaan kerja dan meninggal di tempat dan mayat-mayat mereka ditimbun dan diuruk begitu saja di terowongan itu. Maka dari itu, sekarang banyak pengguna jalan yang melewati terowongan itu sering mendengar jerit tangis misterius bahkan tak sedikit pengguna jalan yang tewas karena kecelakaan di dalam terowongan akibat diganggu sesosok makhluk misterius.
Musim liburpun tiba, Jesika dan Jeni pulang kembali ke Jakarta dengan menaiki mobil travel. Waktu menunjukkan jam 10 malam ketika mobil travel itu memasuki sebuah terowongan. Suasana hening mencekam, angin berdesir pelan namun membuat bulu kuduk mereka berdiri.
Jeni : (Dengan ekspresi ketakutan) "Kak...
jangan-jangan ini terowongan berdarah itu."
Jesika : (Mengerutkan kening sambil mengangguk
perlahan) "I...i...ya...kakak juga ngerasa ini
emang terowongan itu."
Tiba-tiba terdengar suara "Duuaarr... peess..." dan ternyata ban mobil travel itu meletus sehingga membuat mobil itu terombang-ambing tak terkendali.
"Aah...aaah....toloong...! toloong...! Allahu Akbar..." (Seluruh penumpang menjerit histeris ketakutan)
Mobil travel itupun menabrak dinding sebelah kiri terowongan dan berhenti seketika. Terdengar rintih kesakitan dari para penumpang dan banyak darah tersebar di jendela, tempat duduk dan lantai mobil.
Jesika : (Sambil memegang kening yang
berdarah) "Jeni...kamu gak apa-apa?"
Jeni : (Meringis kesakitan sambil memegangi
tangan) "Tanganku...tanganku kena
pecahan kaca, Kak.."
Mereka yang terluka dan masih hidup keluar perlahan dari mobil itu. Tak berapa lama, mereka dikejutkan dengan kemunculan sesosok makhluk hitam tinggi besar bermata merah dan bergigi taring datang menghampiri mereka. Sontak, merekapun panik ketakutan dan berusaha lari keluar dari terowongan itu. Terlihat ada beberapa penumpang yang terjatuh dan dicekik hingga tewas oleh makhluk misterius itu.
Jesika : (Sambil terengah-engah dan menggandeng
tangan Jeni) "Jeni...Jeni...ayo cepet lari!"
Jeni : (Sambil tertatih-tatih) "Iya Kak...cepet kita
lari."
Mereka dan beberapa penumpang yang selamat, akhirnya berhasil keluar dari terowongan berdarah itu dan berhasil menelepon bala bantuan. Selang beberapa menit menunggu, bala bantuanpun datang berupa dua unit mobil ambulan untuk membawa korban meninggal dan satu unit minibus untuk evakuasi korban selamat dan terluka ringan maupun berat.
Di dalam minibus, Jesika dan Jeni berpelukan dan menangis. Mereka tak mengira akan mengalami kejadian mengerikan dan menakutkan itu. Tak lupa merekapun bersyukur telah selamat dari tragedi terowongan berdarah itu. Pengalaman mencekam itu takkan hilang begitu saja dari pikiran mereka sehingga membuat mereka trauma dan akhirnya mereka memutuskan untuk pindah kuliah ke kota lain.
=•= Selesai =•=

Masya Allah keren
BalasHapusAamiin.
HapusTerima kasih supportnya kawan🙏🏻