1. Legenda Vampir terinspirasi dari penyakit TBC
Sebelum vampir menjadi sosok yang sangat populer dan difilmkan menjadi kisah percintaan antara Edward Cullen dan Bella Swan, kisah vampir terlahir dari mimpi buruk, bukan fantasi remaja seperti saat ini. Dan kisahnya bahkan terinspirasi dari dunia nyata. Pada abad ke-19, banyak keluarga yang menjadi korban penyakit misterius. Si penderita digambarkan memiliki kulit pucat, berkeringat dan batuk berdarah, seolah-olah hidup dengan keputusasaan. Hari ini, kita tahu penyakit itu adalah TBC, tetapi pada saat itu, banyak orang yang percaya bahwa makhluk gaib memberikan makan kepada si korban.
Orang-orang di perkotaan menyebut peristiwa ini vampir. Menurut Smithsonian, sejarawan telah mengumpulkan laporan surat kabar yang mengonfirmasikan gangguan tragis ini, dan terjadi di Woodstock, Vermont, pada tahun 1830, itu juga terjadi di Jewett City, Connecticut, pada 1854; dan di Rhode Island pada tahun 1892 - semua terjadi karena maraknya wabah TBC. Kasus yang paling terkenal adalah keluarga Brown di Exeter, Rhode Island.
2. Kisah mengerikan dari danau tengkorak India
Ada sebuah lagu dalam tradisi Himalaya yang menceritakan kisah sekelompok orang asing yang mendaki gunung - dan mereka dianggap mencemari tempat suci di sana. Dewi gunung itu sangat marah sehingga dia melemparkan hujan es batu ke arah para pendaki dan membunuh mereka semua. Pada tahun 1942, tentara Inggris menemukan lebih dari 200 kerangka manusia di Himalaya. Ditemukan sekitar 60 tahun kemudian, dan mayat-mayat itu adalah sisa-sisa kerangka dari para pendaki yang kematiannya mengilhami kisah tragis itu.
Musim panas di tahun 1942 mengakibatkan es Danau Roopkund India meleleh lebih dari biasanya, yang akhirnya mencairkan kerangka yang telah terkubur di dalam es. Menurut Atlas Obscura, para ilmuwan baru mengetahui pada tahun 2004, mereka menyatakan bahwa sisa-sisa kerangka itu peninggalan dari sekitar 850 Masehi. Mereka juga mengatakan bahwa kelompok itu terbunuh akibat benda keras yang menghujani mereka dari atas, dan kemungkinan mereka terperangkap dan terbunuh karena badai es, yang akhirnya kisah itu diingat selama berabad-abad setelahnya dalam sebuah legenda tradisional.
3. Charlie No Face
Legenda ini datang dari Pennsylvania barat. Kata para orang tua, jika seseorang keluar rumah di jam malam, kemungkinan besar akan bertemu dengan Green Man (Manusia Hijau), seorang lelaki cacat yang menjelajahi jalanan pedesaan setelah hari mulai gelap. Dia tinggal di terowongan kereta api yang sudah tak digunakan, dan dia bisa mematikan mobil hanya dengan sentuhannya, itu karena dia dianggap makhluk gentayangan akibat kecelakaan mengerikan yang pernah merusak tubuhnya. Kedengarannya memang seperti legenda urban pada umumnya, namun menurut Roadtripper, meskipun tidak memiliki kekuatan super yang mampu menghentikan mobil, Green Man itu nyata. Namanya Raymond Robinson, tetapi penduduk setempat mengenalnya sebagai Charlie No Face.
Peristiwa ini terjadi pada tahun 1918 ketika Robinson masih kecil. Wajahnya rusak saat ia sedang memanjat jembatan kereta dan tersetrum karena menyentuh kabel listrik bertegangan tinggi. Dia buta, kehilangan sebagian besar wajah dan lengannya. Itu sebabnya dia malu jika harus keluar rumah di siang hari. Maka dari itu dia biasanya keluar ketika malam hari tanpa diolok-olok orang lain. Akhirnya kisah nyata itu tumbuh menjadi legenda, dan pada saat ia meninggal pada tahun 1985, ada banyak versi cerita yang bermunculan karena foto dirinya yang beredar.
4. Monster of Ravenna
Legenda biasanya selalu dipenuhi dengan monster-monster yang tidak jelas dan kisah-kisah menakutkan yang akhirnya hanya menjadi catatan kaki, dan Monster of Ravenna adalah salah satunya. Menurut The Guardian, manusia pertama kali mengenal istilah monster itu berkat apoteker Florentine yang menulisnya di buku hariannya. Saat itu tahun 1512, dan dia mengatakan bahwa ketika kota dirusak oleh penjajah selama 18 hari setelah monster lahir, semua orang akhirnya menganggap kalau monster itu menyeramkan.
Penggambaran monster of Ravenna itu menyebar ke seluruh Italia dan ke Eropa. Penggambarannya bervariasi, tetapi umumnya memiliki sayap, satu kaki, dan dua set genitalia. Terlepas dari betapa mustahilnya makhluk seperti itu akan ada, kemungkinan ada kisah nyata di balik ini semua.
Monster yang dimaksud adalah manusia nyata, yang terlahir dengan cacat fisik yang parah. Ilmu pengetahuan modern bahkan menyebut kondisi ini bisa dialami bayi yang baru lahir, yakni sindrom Roberts. Kondisi ini ditandai dengan kelainan pada lengan dan kaki, jari tangan dan kaki hilang, kelainan wajah multipel, dan kelainan pada organ internal dan genitalia. Sindrom ini sering berakibat fatal, tetapi bayi dengan kasus ringan dapat bertahan hidup. Hari ini kita tahu apa penyebabnya, yaitu akibat mutasi genetik - tetapi di masa lalu, anak seperti itu akan menjadi pertanda buruk dan diperlakukan tidak baik.
5. Legenda Maori, burung pemakan manusia
Menurut legenda, leluhur orang-orang Maori di Selandia Baru berbagi tempat dengan Te Hokioi. Yang merupakan burung besar pemakan manusia, dengan bulu hitam dan putih, lambang merah, dan sayap berujung kuning dan hijau. Kisah burung dan kegemarannya terhadap daging manusia, diberitahu kepada beberapa pemukim Eropa awal Selandia Baru, tetapi baru-baru ini para ilmuwan memastikan bahwa burung besar memang benar-benar ada.
Hari ini, manusia menyebut burung besar itu sebagai elang Haast, dan dinamai berdasarkan penjelajah yang menemukan kerangka spesimen itu di tahun 1870-an. Teknologi maju bisa menganalisis tulang dan mengetahui kemampuan yang dimiliki makhluk itu ketika masih hidup.
Menurut Paul Scofield, kurator vertebrata di Museum Canterbury, mengatakan, "Itu setara dengan singa." Elang memiliki lebar sayap hampir 10 kaki, beratnya sekitar 40 pon, dan bisa menyelam dengan kecepatan hingga 50 mph. Ia berburu moa, sejenis burung besar yang mirip dengan burung unta, tetapi jauh lebih besar. Moa berbobot sekitar 550 pound dan tingginya sekitar delapan kaki. Kepunahan elang Haast terjadi karena banyak orang yang memburu moa hingga punah sekitar 1.000 tahun yang lalu. Akibatnya ekosistem terganggu, dan membuat elang Haast juga ikut punah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar