Pada akhir tahun 1943 kedudukan Jepang dalam Perang Asia Pasifik mulai terdesak. Keinginan Amerika untuk menghancurkan Jepang dibuktikan dengan menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima (pada tanggal 6 Agustus 1945) dan kota Nagasaki (pada tanggal 9 Agustus 1945).
Kondisi Jepang Setelah Kalah Dari Sekutu :
√ Jepang memberikan janji kemerdekaan kepada bangsa Indonesia.
√ Indonesia mengalami kekosongan kekuasaan (Vacum of Power).
√ Bangsa Indonesia dilarang mendengarkan siaran radio luar negeri agar kekalahan Jepang dalam perang melawan sekutu tidak diketahui oleh bangsa Indonesia. Namun para tokoh kemerdekaan Indonesia tidak kehabisan akal, dengan radio gelap yang berhasil didapat akhirnya berita kekalahan Jepang diketahui oleh kalangan pemuda di Bandung melalui siaran radio BBC (British Broadcasting Corporation).
Para pemuda menemui Bung Karno dan Bung Hatta di Jalan Pegangsaan Timur, no.56, Jakarta (sekarang Jalan Proklamasi). Sutan Syahrir sebagai juru bicara pemuda meminta agar Bung Karno dan Bung Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dengan tidak ada campur tangan dari Jepang.
Pada tanggal 15 Agustus 1945 pukul 20.00 WIB, para pemuda mengadakan rapat di Lembaga Bakteriologi di Jalan Pegangsaan Timur Jakarta (sekarang Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia) dengan dipimpin oleh Chaerul Saleh. Kemudian tanggal 16 Agustus 1945 Bung Karno, Bung Hatta, Ibu Fatmawati dan Guntur (putranya yang masih kecil) dibawa oleh para tokoh muda ke Rengasdengklok agar tidak terpengaruh oleh Jepang.
Malam harinya setelah kembali ke Jakarta, Bung Karno, Bung Hatta dan Achmad Soebardjo menyusun teks proklamasi yang disaksikan Sukarni, Sudiro dan BM Diah di rumah Laksamana Maeda yang dianggap aman dari kemungkinan gangguan yang sewenang-wenang dari Tentara Angkatan Darat Jepang yang dimungkinkan akan menggagalkan pembacaan teks proklamasi yang dilakukan bangsa Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 1945 tepat pada pukul 10.00 WIB pembacaan teks proklamasi dan upacara kemerdekaan Indonesia dilaksanakan dan akhirnya bangsa Indonesia merdeka.
Cara Penyebaran Berita Proklamasi :
• Radio
• Surat kabar
• Pamflet
• Coretan-coretan
• Poster
• Spanduk
Sebelum proses kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 1 Maret 1945 dibentuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia/ BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai) untuk menyiapkan kemerdekaan Indonesia.
-BPUPKI mengadakan Sidang pertama tanggal 29 Mei - 1 Juni 1945 untuk membentuk Panitia Sembilan.
-BPUPKI mengadakan Sidang kedua tanggal 10 - 16 Juli 1945 untuk membentuk Panitia Perancang UUD, Pembela Tanah Air, Keuangan dan Perekonomian.
Setelah pembacaan teks proklamasi, PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) mengadakan :
-Sidang pertama tanggal 18 Agustus 1945 untuk memilih Ir. Soekarno sebagai Presiden dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden.
-Sidang kedua tanggal 19 Agustus 1945 untuk membagi wilayah Indonesia menjadi 8 Provinsi yang dikepalai oleh seorang Gubernur. Pembagian wilayah untuk sementara waktu yang terbagi menjadi :
~ Sumatera (Mr. Teuku Mohammad Hasan)
~ Jawa Barat (Sutardjo Karto Hadi Koesoemo)
~ Jawa Tengah (R. Panji Suroso)
~ Jawa Timur (RA. Suryo)
~ Nusa Tenggara (Mr. I Gusti Ketut Pudja)
~ Kalimantan (Ir. Pangeran Mohammad Noer)
~ Sulawesi (Dr. GSSJ. Ratulangie)
~ Maluku (Mr. J. Latuharhary)
Pada tanggal 2 September 1945, Presiden Soekarno berhasil menyusun kabinet Indonesia pertama yang terdiri atas 12 menteri departemen dan 4 kementerian kemudian akhirnya terbentuklah NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar